cara membuat kipas dari daun lontar
Iniadalah salah satu bentuk hasil kerajinan berbahan dasar daun lontar yang berasal dari kota Sumenep tepatnya di daerah Batang-Batang. 1 Apakah maksud anyelir merah. Bahan yang digunakan untuk menganyam adalah bahan tumbuh-tumbuhan kuat seperti lidi rotan bambu akar bulu pandan mengkuang jut dan sebagainya. Salah satu cara untuk membuat
SekarangCara Membuat Kipas Dari Daun Kelapa, Video Kreatif!. Video Kerajinan Daun Video Paling Baru!. KERAJINAN ANYAMAN DAUN LONTAR PADA REMAJA PUTRI 2 26 2022 Contoh Kerajinan Tangan dari Daun Guru or id Menjadi seseorang yang menyenangkan bagi buah hati merupakan impian para Ibu Menemani dan sebagai saksi tumbuh kembang seorang anak
Puasmemainkan sasando, Jeremias mulai menunjukkan cara membuat sasando. Bagian tengah sasando adalah tabung panjang yang terbuat dari bambu. Lalu melengkapi sentuhan cantiknya, bambu tersebut ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang ditekuk setengah lingkaran, gunanya sebagai tempat resonansi
Lontaradalah sejenis pohon palma dengan batang yang panjang dan tinggi. Pohon ini bisa tumbuh hingga ketinggian 15 sampai dengan 30 meter. Ukuran diameter batangnya mencapai 60 cm. Pohon ini dapat tumbuh sendiri, berkelompok atau berdekatan. Daun-daunnya berukuran besar dan karena itu, daun pohon lontar sempat dijadikan media menulis pada
CaraMembuat Kerajinan dari Mendong Langkah pertama adalah membuat pola pada kertas karton berukuran tebal. Misalnya membuat tas, dompet maupun sandal. Setelah pola terbentuk, kemudian kertas karton dipotong dengan gunting atau pisau cutter. Pola-pola karton yang sudah dipotong kemudian dilapisi dengan anyaman mendong yang direkatkan dengan lem.
Single Wohnung Mülheim An Der Ruhr. PARBOABOA – Buah lontar merupakan buah yang masuk ke dalan golongan palma. Buah ini dikenal juga dengan nama siwalan atau tal. Buah yang rupanya mirip dengan kolang - kaling ini kaya akan nutrisi, seperti Serat, karbohidrat, protein, kalsium, kalium, fosfor, seng serta vitamin A, B, dan C. Kandungan nutrisi tersebutlah yang membuat buah siwalan mempunyai segudang manfaat. Selain dapat memperlancar sistem pencernaan, manfaat buah lontar yang lain adalah mencegah terjadinya dehidrasi karena kandungan air pada buah ini mencapai 90%. Kemudian kasiat buah lontar juga baik dalam merawat fungsi hati dan ginjal, menjaga kesehatan kulit, mengobati diabetes, sebagai antibiotic, antioksidan dan masih banyak lagi. Buah lontar berasal dari daerah tropis, wilayah Asia Selatan dan juga Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, pohon lontar dapat kamu temui di sejumlah daerah mulai dari Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Memiliki tekstur kenyal dan enak, buah ini sering dijadikan olahan oleh masyakarakat. Tak hanya itu untuk mengolah buah siwalan pun relatif mudah. Bagi kamu yang ingin mencoba olahan buah lontar, berikut parboaboa telah menyajikan beberapa resep olahannya kepada kalian. Penasarankan? Yuk simak ulasannya dibawah ini! Resep Olahan Buah Lontar Berikut beberapa resep olahan buah siwalan enak dan gamapng dibuat, yaitu Manisan Buah Bahan-bahan - 12 buah lontar - 250 gr gula pasir - Garam sesuai selera - 1,5 liter air - Pewarna makanan Cara Membuat 1. Kupas buah lontar dan potong menjadi 4 bagian. 2. Rebus air dalam panci hingga mendidih. 3. Masukkan gula, garam dan pewarna makanan, kemudian aduk hingga larut. 4. Masukkan buah siwalan, masak hingga air surut dan tersisa 1/3 di panci. Aduk sesekali agar airnya tidak tumpah. 5. Setelah air menyusut, angkat panci, lalu tunggu hingga manisan buah siwalan siap disajikan. Stick Buah Lontar Bahan - bahan - 25 buah lontar - 1 kg tepung terigu - 4 sendok makan mentega - 0,5 liter minyak goreng - Setengah gelas air lontar Bahan Bumbu - 5 siung bawang putih - Merica secukupnya - Penyedap rasa - Garam secukupnya Cara membuat 1. Potong kecil buah siwalan. 2. Cairkan mentega dan haluskan semua bumbu. 4. Campurkan bumbu dan bahan utama. 5. Aduk hingga menjadi adonan dengan bentuk memanjang kecil-kecil menggunakan mesin giling. 6. Goreng adonan yang telah dibentuk pada minyak panas, kemudian tiriskan 7. Setelah dingin, masukkan stick kedalam toples atau wadah agar tetap terjaga kerenyahannya. Pudding Buah Lontar Bahan-bahan - 5 buah lontar, potong kecil-kecil - 1 bungkus bubuk agar-agar - 175 gr gula merah - 100 ml air - 3 gelas santan Cara membuat 1. Campuerkan air dengan gula merah yang telah dihaluskan. 2. Masak dengan api kecil hingga gula merah mencair. 3. Masukkan agar-agar, gula merah, beserta santan ke dalam panci, kemudian masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk hingga mendidih. 4. Masukkan potongan buah lontar kemudian aduk lagi. 5. Jika sudah mendidih, angkat panci dan tuangkan ke dalam cetakan pudding. 6. Tunggu hingga puddding menjadi dingin dan sedikit keras. Kamu bisa memasukkan pudding ke dalam kulkas agar leih nikmat. Puding buah lontar siap disajikan. Asinan Buah Bahan-bahan - 10 buah lontar - Buah kolang-kaling yang sudah direbus - 10 cabai rawit - 5 sendok makan gula pasir - 1 sendok the garam - 4 biji asam jawa - 300 ml air - 1 buah jeruk limau Cara membuat 1. Tumbuk kasar cabe rawit, masukkan ke dalam panci yang telah berisi air. 2. Masukkan garam, gula pasir, dan asam jawa, kemudian masak hingga mendidih, 3. Angkat dan biarkan hingga dingin. 4. Siapkan mangkok yang telah diisi kolang-kaling dan buah lontar. 5. Tuang air cabe yang telah masak ke dalam mangkok dan masukkan irisan jeruk limau. 6. Simpan asinan dalam kulkas sekitar 3 jam asinan meresep ke dalam buah. Dan asinan siap dinikmati. Es Dawet Buah Lontar Bahan-bahan - 3 buah lontar - Gula jawa - 5 sendok makan gula pasir - 500 ml santan cair - 1 sendok the garam - Daun pandan sesuai selera Cara membuat 1. Siapkan santan pada panci, kemudian rebus dengan api kecil. 2. Aduk terus agar santan tidak pecah 3. Jika sudah keluar buih sedikit, matikan api dan tetap aduk hingga uap panasnya hilang. 4. Selanjutnya, buat sirup dengan cara memasak air, gula jawa dan gula pasir hingga mendidih. 5. Buah lontar dipotong kecil-kecil. Masukkan buah lontar ke eglas dan camuprkan dengan es batu, santan serta sirup. Es dawet siap dinikmati. Nah, demikianlah resep buah lontar yang dapat kamu tiru dirumah. Semoga ulasan kami bermanfaat dan selamat mencoba!
Kipas dari Lontara Project Kutulis menggunakan alat solder Spesial untuk Shanti Yani Perdu Liar KA Katie ri pammulanna benngakak nawalekna lebba temmagagangka Emas kebaikan pada mulanya kuheran balasannya kebencian selalu GA Garakko mellek nawedding tinuluk mappesona teano malegga Buatlah kenangan agar dapat patuh dan pasrah hingga kau tak dapat dipisahkan NGA Ngauni naikotona tungkai sengerekku ajak mumanennga Mengakulah dan engkau jugalah yang memelihara kasihku jangan bersusah hati NGKA Ngkao mappamula dimeng mpakkang ati goari aja muaggangka Engkaulah yang semula mau memangku penghuni kamar, jangan bertengkar PA Polenak palele winru tenrek kutuju mata padana susila Aku telah menjelajah mencari rupa tak ada yang kujumpai seperti dia BA Baba lengekka nabelle nippi tennasellawe kute malebba Terlentang aku dikeceh mimpi, perih rasanya ku tak ingin kecewa MA Mangujuwak mattekkai minanga nalawawak lempek patimamma Maksudku akan menyebrangi sungai aku dihalagi banjir air perlimbahan MPAK Mpangunngak lipuk rappingeng kuwinru topejawa tennariparampak Kupelihara tempat rappingeng-semacam daun pembungkus gula- kubuat topi jawa namun tak digunakan TA Taroni kupatariang ale napekkuare pawewang mellekta Biarlah aku menghindar entah bagaimana membuat goyah kasih kita DA Dangkang paraja paranruk dimeng tenriadawang mellek tenrisada Harta yang menyebabkan cinta tak dibimbing keinginan tak disambut NA Nae pajanenni mpunga malatte-lattetoni ri tesilipukna Tetapi sudah berbunga -menjadi hal- sudah berubah pula karena tak senegeri lagi NRA Nrampesai riolona tuwoni ri tomate lamaddupa penrang Sampaikan dihadapannya sudah hidup si mati untuk bertemu lagi CA Cappukni palek mellekna pettuni sengerenna natea ricacca Rupanya telah habis rasa kasihnya putus sudah kebaikannya namun tak mau ditinggalkan JA Jaruncalamua palek mellekna lasarawak nalimpo panguja Jarum jala -sojo=mati- juga rupanya kasihnya orang tamak serakah dikerumuni cercaan NYA Nyawaomuware sia jojjong marisaliweng teppuduk rinyanya Hanya nyawa saja rupanya menonjol nampak dari luar cepat diterima NCA Ncajiassi lasarawak anak ri launasi palilina lanca Melahirkan lagi si tamak serakah anak di sebelah timurnya lagi daerah Lanca YA Ia teppaja usappa rapanna rialae pallangga mariang Yang aku selalu cari benda yang digunakan penyanggah meriam pedati=sama hati RA Ranrukni tellenrang lai dimenna ri watammu teani ripinra Sudah tumbuh namun belum matang kemauan yang ada pada dirimu tak mau diubah lagi LA Laoni poteddung langi posampu temmalulluk lawangeng mabela Berangkatlah ia berpayungkan langit berelimut dengan selimut tak kusut dengan perjalanan yang jauh - sudah mati WA Wawai mallipuk-lipuk tonatingkellennge sara ininnawa Bawalah bepergian orang yang dirudundung duka hati SA Sarawaknamua palek nacanik pamelleri mappanrasa-rasa Tamak serakahnya itulah berupa madu dia memuji membuat sengsara A Ala naengngerrappagi mellekna ssagalae riatting rumpia Apakah dia masih ingat kasih sayangnya di tetangga Rumpia- paria=pahit
Cara Membuat Kipas Dari Daun Lontar Unduh PDF Unduh PDF Suka-suka serupa itu banyak petatar sekolah nan sudah lalu diajarkan untuk membuat kipas kertas sederhana selama bertahun-hari. Dalam bentuk nan paling sederhana, kipas kertas bisa dibuat dari hanya selembar kertas. Terserah lagi beragam variasinya. Kipas kertas nan dilipat, kipas kertas yang ditumpuk, dan kipas foto hias seluruhnya bisa dibuat primitif secara elegan, alias mumbung dengan hiasan kerjakan menggambarkan selera pribadi Engkau. 1 Letakkan selembar jeluang, kertas dinding, alias kertas karton bertakaran 21,6 x 27,9 cm merentang ke bawah di meja. Anda bisa menggunakan plano yang bermatra kian besar, tetapi daluang ukuran ini akan lebih mudah ditemukan dan dibuat menjadi kipas. Arahkan posisi kertas secara mundur, sehingga kelihatan menambah, bukan bertele-tele. [1] Berlatihlah dengan kertas sejati biasa maupun kertas palagan saat mulai belajar. Dia kemudian boleh menggantinya dengan jeluang rias setelah menguasai tekniknya. 2 Buatlah garis lipatan tipis di atas plano Anda. Menggunakan potlot dan belebas, gambarkan garis-garis vertikal yang bubar 2 hingga 2,5 cm. Garis ini harus dibuat literal mundur berusul ujung bawah hingga ujung atas kertas. Bakal mewujudkan kipas yang kian besar, saling jarak antar garis sesuai dengan dimensi plano. Kipas yang kian katai dapat dibuat dengan lipatan yang bertambah boncel pula, sehingga alhasil tampak kian detail. 3 Lipat daluang sesuai garis. Lipat pada garis mula-mula, dengan mengirimkan sisi kanan kertas ke jihat Anda. Gunakanlah peranti bantu lipat bone folder untuk menekan lestari tisikan plano. Sekarang mudahmudahan Engkau mendapatkan sebuah puncak. 4 Lipat pada garis selanjutnya. Lipatlah ke jihat yang inkompatibel dengan lipatan pertama, tekan kelipat dengan alat bantu bekuk. Beliau sekarang seharusnya mendapatkan cekungan pada plano, atau sebuah lembah. 5 Lanjutkan melipat plano Dia bolak balik. Anda akan mulai melihat cekungan dan puncak plano. Posisi keduanya akan terlihat bergantian di antara dolok dan lembah kertas. 6 Satukan bagian bawah kertas. Anda harus menjawat bagian nan disatukan dengan jari Anda, sementara lipatan vertikal kertas membuka ke atas. Biarkan kipas kertas terbuka. 7 Ikat bagian dasar kepingan kertas nan terlipat dengan selotip nan lestari. Alias saringan lainnya, Beliau dapat merekatkan setiap lipitan dengan obrasan sebelahnya menggunakan perekat. Oleskan lem di sepanjang adegan bawah kertas nan Anda satukan. Jikalau Anda menggunakan perekat, biarkan mengering sempurna sebelum kuak kipas. 8 Bentang lipatan sreg fragmen atas daluang. Anda kini dapat menggunakan plano ataupun menghiasnya. Iklan 1 Potong selembar kertas karton deras menjadi kerangka nan Sira inginkan. Dia bisa memotongnya menjadi rencana persegi, lingkaran, melengkung di adegan bawah dan meruncing di atasnya sehingga menyerupai sekop, atau menjadi tulang beragangan hati. 2 Letakkan kertas menghadap ke pangkal di atas meja. Sisi kipas yang akan Beliau sembunyikan harus diletakkan condong ke atas ke arah Anda. 3 Oleskan perekat ke separuh bagian atas log besar. Pastikan bikin menghindarkan perekat berpangkal bagian batang nan akan meluncur ke luar dari lempengan karton. 4 Rekatkan batang yang sudah diolesi lem ke bagian belakang karton di kenap Anda. Pastikan bahwa suka-suka bagian layon yang merayap keluar dari kertas, sehingga Anda dapat menyandang kipas. 5 Potong selembar kardus lagi dengan buram nan sama dan rekatkan ke bagian bokong kipas Anda, seandainya ingin. Lapisan ini akan menyembunyikan batang kayu dan membuat kipas berlipat ganda yang makin kuat. [2] Pastikan lakukan mengoleskan perekat ke bagian birit pegangan, lagi seluruh siring kipas. 6 Biarkan lem mengering sempurna. Selepas kering, Ia bisa memperalat kipas ataupun menghiasnya. Iklan 1 Siapkan bahan-bulan-bulanan yang dibutuhkan. Anda membutuhkan bor, selusin kunarpa kayu, cat dan kuas pilihan, sebuah foto pilihan, pisau kerajinan tangan, perekat, air, dan sutra sulam. 2 Buatlah sebuah korok mungil dengan bor seputar 0,6 cm berpangkal ujung bawah jenazah kayu Ia. Buatlah lubang ini lega semua layon kayu. Pastikan semua lubangnya dibuat pada noktah nan sepadan lega mayat kayu. Berhati-hatilah saat melubangi dengan bor. Kenakanlah penaung mata dan bekerjalah pada permukaan yang ki boyak. 3 Lubangi pula batang gawang, sekitar 2,5 cm berbunga ujung lainnya. Terowongan ini akan menjadi bagian atas kipas Beliau dan akan melebar lebih besar dibandingkan dasarnya. 4 Warnai batang kusen dengan cat akrilik ataupun petro sortiran. Biarkan sampai mengering seluruhnya. Anda mungkin menemukan bahwa bilang corak, terutama warna merah, membutuhkan 2 maupun lebih-lebih 3 mana tahu sepuhan cat. 5 Letakkan batang kayu saling berdampingan dan ukurlah panjang dan lebarnya. Pastikan seluruh bangkai kayu saling bersentuhan, tanpa celah di antaranya. 6 Siapkan foto Kamu. Perbesar sebuah foto, ataupun potong gambar pecah majalah sesuai dengan format batang kayu. Pastikan gambar yang Anda gunakan punya ukuran yang sama persis dengn batang kayu saat bersentuhan. 7 Letakkan foto di atas batang kayu. Fotometer ini harus benar-benar sesuai dengan ukuran gelondong. Jika batang gawang masih tampak terbit sisinya, Engkau harus memperbesar alias menggantinya dengan foto yang makin besar. Jika foto Ia menggantung melangkahi jihat log, maka Dia perlu memotongnya. 8 Jiplak garis di atas foto dengan lembut. Gunakanlah pisau kerajinan tangan untuk menggores foto dengan lembut mengikuti sisi setiap mayit kusen. 9 Balik foto dan beri angka lega setiap ruangnya. Kejadian ini akan kontributif menentukan bujuk foto setelah dipotong. Pastikan untuk menuliskan angka di belakang foto, dan bukan di bagian gambarnya. 10 Potong foto menjadi lempengan kecil. Gunakanlah pisau kerajinan tangan untuk memastikan potongan Ia segeh dan literal. Peganglah belebas dengan rapat persaudaraan di sepanjang garis potongan, dan iriskan pisau di ujung bilah, tekan kuat agar foto bisa dipotong. Berhati-hatilah detik menggunakan pisau kerajinan tangan. 11 Siapkan bahan perekat Anda. N domestik wadah mungil, campurkan perekat dan air dengan perbandingan yang sama. 12 Letakkan paisan foto ke layon kayu. Beliau perlu mengoleskan campuran lem ke belakang setiap lembaran foto. Letakkan lembaran foto di tengah batang gawang, dan oleskan paduan lem tipis-tipis ke seluruh sisi gelondong dan foto. Ulangi persiapan ini untuk seluruh batang kayu dan paisan foto. Biarkan hingga mengering lengkap. 13 Tumpuk batang tiang sesuai urutannya dengan lubang dalam posisi yang sama. Kamu dapat memeriksa bagi memastikan bujuk lembaran foto telah bermoral, dengan mengedrop seluruh batang kayu juga buat melihat urutannya. 14 Pasangkan kenur pada bagian bawah kipas. Ikatkan simpul dengan lungsin sulam atau lin berukuran 0,3 cm. Masukkan lawe ke lubang yang berjarak 0,6 cm berpokok ujung bangkai gawang. Ikatkan simpul bakal mempererat bagian bawah kipas. 15 Pasangkan utas pada bagian atas kipas. Buka kipas sehingga batang kusen terdapat saling berdampingan, dan ikatkan simpul dengan sutra detik kipas masih membuka. 16 Eratkan simpul. Tambahkan kurang lem ke simpul, dan biarkan mengering arketipe sebelum membeberkan dan mengerudungi kipas Dia. Iklan 1 Warnai kipas. Anda bisa menggunakan pencelup minyak maupun akrilik buat menghias kipas kayu atau kertas Anda. Sebagai catatan, jika Anda mewarnai jeluang, akan kian mudah bagi mewarnainya sebelum Anda lipat. Biarkan jeluang atau kunarpa kusen kipas Beliau meringkai sempurna sebelum digunakan. 2 Rekatkan hiasan. Menggunakan perekat atau selotip bermata dua, rekatkanlah tali tap kecil, renda, kancing, bulu, stiker, atau manik-manik. Pastikan buat enggak merekatkan benda yang sukar, karena bisa merusak kipas Beliau. 3 Bagan kipas. Ia bisa dengan mudah mengubah bagan kipas Anda dengan memotongnya. Saat jeluang Kamu masih dalam bentuk terlipat, potong fragmen atas atau sisinya. Buat potongan kecil, dan saat Engkau membuka kipas Dia, Anda akan melihat lubang-lubang kerdil di seluruh lipatan daluang. [3] Iklan Peringatan Hal yang Anda Butuhkan Tentang wikiHow ini Apakah kata sandang ini membantu Sira? Cara Membuat Kipas Dari Daun Lontar Peringatan Bosor makan berhati-hati ketika memperalat bor, atau menyela dengan pisau kerajinan tangan. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Plano Perekat, batang kayu, atau cairan Perabot bantu lipat bone folder lakukan menekan lipatan Penggaris Bor Benang sulam atau pita Hiasan seleksian seperti pita, cat, manik-manik, kancing, dan foto Tentang wikiHow ini Pelataran ini telah diakses sebanyak siapa. Apakah kata sandang ini membantu Sira? Cara Membuat Kipas Dari Daun Lontar Source
Unduh PDF Unduh PDF Ada begitu banyak siswa sekolah yang telah diajarkan untuk membuat kipas kertas sederhana selama bertahun-tahun. Dalam bentuk yang paling sederhana, kipas kertas bisa dibuat dari hanya selembar kertas. Ada pula beragam variasinya. Kipas kertas yang dilipat, kipas kertas yang ditumpuk, dan kipas foto hias seluruhnya bisa dibuat sederhana secara elegan, atau penuh dengan hiasan untuk menggambarkan selera pribadi Anda. 1 Letakkan selembar kertas, kertas dinding, atau kertas karton berukuran 21,6 x 27,9 cm menghadap ke bawah di meja. Anda bisa menggunakan kertas yang berukuran lebih besar, tetapi kertas ukuran ini akan lebih mudah ditemukan dan dibuat menjadi kipas. Arahkan posisi kertas secara memanjang, sehingga tampak meninggi, bukan melebar. [1] Berlatihlah dengan kertas putih biasa atau kertas bekas saat mulai belajar. Anda kemudian bisa menggantinya dengan kertas hias setelah menguasai tekniknya. 2 Buatlah garis lipatan tipis di atas kertas Anda. Menggunakan pensil dan penggaris, gambarkan garis-garis vertikal yang berjarak 2 hingga 2,5 cm. Garis ini harus dibuat lurus memanjang dari ujung bawah hingga ujung atas kertas. Untuk membuat kipas yang lebih besar, ubah jarak antar garis sesuai dengan ukuran kertas. Kipas yang lebih kecil bisa dibuat dengan lipatan yang lebih kecil juga, sehingga hasilnya tampak lebih detail. 3Lipat kertas sesuai garis. Lipat pada garis pertama, dengan membawa sisi kanan kertas ke arah Anda. Gunakanlah alat bantu lipat bone folder untuk menekan kuat lipatan kertas. Sekarang seharusnya Anda mendapatkan sebuah puncak. 4Lipat pada garis selanjutnya. Lipatlah ke arah yang berlawanan dengan lipatan pertama, tekan lipatan dengan alat bantu lipat. Anda sekarang seharusnya mendapatkan cekungan pada kertas, atau sebuah lembah. 5Lanjutkan melipat kertas Anda bolak balik. Anda akan mulai melihat cekungan dan puncak kertas. Posisi keduanya akan tampak bergantian di antara gunung dan lembah kertas. 6Satukan bagian bawah kertas. Anda harus memegang bagian yang disatukan dengan jari Anda, sementara lipatan vertikal kertas membuka ke atas. Biarkan kipas kertas terbuka. 7 Ikat bagian bawah lembaran kertas yang terlipat dengan selotip yang kuat. Atau pilihan lainnya, Anda bisa merekatkan setiap lipatan dengan lipatan sebelahnya menggunakan lem. Oleskan lem di sepanjang bagian bawah kertas yang Anda satukan. Jika Anda menggunakan lem, biarkan mengering sempurna sebelum membuka kipas. 8Buka lipatan pada bagian atas kertas. Anda sekarang bisa menggunakan kertas ataupun menghiasnya. Iklan 1Potong selembar kertas karton tebal menjadi bentuk yang Anda inginkan. Anda bisa memotongnya menjadi bentuk persegi, lingkaran, melengkung di bagian bawah dan meruncing di atasnya sehingga menyerupai sekop, atau menjadi bentuk hati. 2Letakkan kertas menghadap ke bawah di atas meja. Sisi kipas yang akan Anda sembunyikan harus diletakkan menghadap ke atas ke arah Anda. 3Oleskan lem ke separuh bagian atas batang kayu besar. Pastikan untuk menghindarkan lem dari bagian batang yang akan menjulur ke luar dari lembaran karton. 4Rekatkan batang yang sudah diolesi lem ke bagian belakang karton di meja Anda. Pastikan bahwa ada bagian batang yang menjulur keluar dari kertas, sehingga Anda bisa memegang kipas. 5Potong selembar karton lagi dengan bentuk yang sama dan rekatkan ke bagian belakang kipas Anda, jika mau. Lapisan ini akan menyembunyikan batang kayu dan membuat kipas berlapis ganda yang lebih kuat. [2] Pastikan untuk mengoleskan lem ke bagian belakang pegangan, juga seluruh tepi kipas. 6Biarkan lem mengering sempurna. Setelah kering, Anda bisa menggunakan kipas ataupun menghiasnya. Iklan 1Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Anda membutuhkan bor, selusin batang kayu, cat dan kuas pilihan, sebuah foto pilihan, pisau kerajinan tangan, lem, air, dan benang sulam. 2 Buatlah sebuah lubang kecil dengan bor sekitar 0,6 cm dari ujung bawah batang kayu Anda. Buatlah lubang ini pada semua batang kayu. Pastikan semua lubangnya dibuat pada titik yang sama pada batang kayu. Berhati-hatilah saat melubangi dengan bor. Kenakanlah pelindung mata dan bekerjalah pada permukaan yang datar. 3Lubangi kembali batang kayu, sekitar 2,5 cm dari ujung lainnya. Lubang ini akan menjadi bagian atas kipas Anda dan akan melebar lebih besar dibandingkan dasarnya. 4 Warnai batang kayu dengan cat akrilik atau minyak pilihan. Biarkan hingga mengering seluruhnya. Anda mungkin menemukan bahwa beberapa warna, terutama warna merah, membutuhkan 2 atau bahkan 3 kali lapisan cat. 5Letakkan batang kayu saling berdampingan dan ukurlah panjang dan lebarnya. Pastikan seluruh batang kayu saling bersentuhan, tanpa celah di antaranya. 6Siapkan foto Anda. Perbesar sebuah foto, atau potong gambar dari majalah sesuai dengan ukuran batang kayu. Pastikan gambar yang Anda gunakan memiliki ukuran yang sama persis dengn batang kayu saat bersentuhan. 7Letakkan foto di atas batang kayu. Ukuran foto ini harus benar-benar sesuai dengan ukuran batang kayu. Jika batang kayu masih tampak dari sisinya, Anda harus memperbesar atau menggantinya dengan foto yang lebih besar. Jika foto Anda menggantung melewati sisi batang kayu, maka Anda perlu memotongnya. 8Jiplak garis di atas foto dengan lembut. Gunakanlah pisau kerajinan tangan untuk menggores foto dengan lembut mengikuti sisi setiap batang kayu. 9Balik foto dan beri angka pada setiap ruangnya. Hal ini akan membantu menentukan urutan foto setelah dipotong. Pastikan untuk menuliskan angka di belakang foto, dan bukan di bagian gambarnya. 10 Potong foto menjadi lembaran kecil. Gunakanlah pisau kerajinan tangan untuk memastikan potongan Anda rapi dan lurus. Peganglah penggaris dengan erat di sepanjang garis potongan, dan iriskan pisau di ujung penggaris, tekan kuat agar foto bisa dipotong. Berhati-hatilah saat menggunakan pisau kerajinan tangan. 11Siapkan bahan perekat Anda. Dalam wadah kecil, campurkan lem dan air dengan perbandingan yang sama. 12Letakkan lembaran foto ke batang kayu. Anda perlu mengoleskan campuran lem ke belakang setiap lembaran foto. Letakkan lembaran foto di tengah batang kayu, dan oleskan campuran lem tipis-tipis ke seluruh sisi batang kayu dan foto. Ulangi langkah ini untuk seluruh batang kayu dan lembaran foto. Biarkan hingga mengering sempurna. 13Tumpuk batang kayu sesuai urutannya dengan lubang dalam posisi yang sama. Anda bisa memeriksa untuk memastikan urutan lembaran foto sudah benar, dengan meletakkan seluruh batang kayu kembali untuk melihat urutannya. 14Pasangkan benang pada bagian bawah kipas. Ikatkan simpul dengan benang sulam atau pita berukuran 0,3 cm. Masukkan benang ke lubang yang berjarak 0,6 cm dari ujung batang kayu. Ikatkan simpul untuk mempererat bagian bawah kipas. 15Pasangkan benang pada bagian atas kipas. Buka kipas sehingga batang kayu terletak saling bersebelahan, dan ikatkan simpul dengan benang saat kipas masih membuka. 16Eratkan simpul. Tambahkan sedikit lem ke simpul, dan biarkan mengering sempurna sebelum membuka dan menutup kipas Anda. Iklan 1Warnai kipas. Anda bisa menggunakan cat minyak atau akrilik untuk menghias kipas kayu atau kertas Anda. Sebagai catatan, jika Anda mewarnai kertas, akan lebih mudah untuk mewarnainya sebelum Anda lipat. Biarkan kertas atau batang kayu kipas Anda mengering sempurna sebelum digunakan. 2Rekatkan hiasan. Menggunakan lem atau selotip bermata dua, rekatkanlah pita kecil, renda, kancing, bulu, stiker, atau manik-manik. Pastikan untuk tidak merekatkan benda yang berat, karena bisa merusak kipas Anda. 3Bentuk kipas. Anda bisa dengan mudah mengubah bentuk kipas Anda dengan memotongnya. Saat kertas Anda masih dalam bentuk terlipat, potong bagian atas atau sisinya. Buat potongan kecil, dan saat Anda membuka kipas Anda, Anda akan melihat lubang-lubang kecil di seluruh lipatan kertas. [3] Iklan Peringatan Selalu berhati-hati saat menggunakan bor, atau memotong dengan pisau kerajinan tangan. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Kertas Lem, batang kayu, atau cairan Alat bantu lipat bone folder untuk menekan lipatan Penggaris Bor Benang sulam atau pita Hiasan pilihan seperti pita, cat, manik-manik, kancing, dan foto Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Pengrajin kipas berbahan daun lontar, Wayan Masta,76, merasakan sepi pesanan sejak beberapa tahun terakhir. GIANYAR, NusaBaliPadahal, dulunya untung besar kerap dirasakan ketika mendapat pesanan dari luar negeri. Lansia asal Banjar Bona Kaja Paksadana, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar ini pun mengeluhkan minimnya pesanan. “Sekarang memang pesanan tidak seperti dulu," ucap Wayan Mesta, ditemui beberapa hari lalu. Wayan Mesta menerangkan, kerajinan berupa anyaman kipas berbahan daun lontar sudah ia tekuni sejak era 1980an. Kala itu ia mewarisi membuat anyaman dari orang tuanya. “Saya mewarisi dari orangtua, yang memang menekuni membuat anyaman kipas dari bahan lontar, “ kala itu dia memesan bahan lontar dari Karangasem dan luar Bali seperti Sumba dan NTT. Namun sekarang karena permintan mulai berkurang, dia hanya memesan sedikit ental di Pasar Batu Kandik, Denpasar. “ Kalau dulu pesan ental sampai beberapa truk, karena pesanan tinggi, kalau sekarang hanya perlu membeli beberapa ikat,“ pembuatan satu buah anyaman kipas berbahan daun lontar ini cukup panjang. Dari pemotongan dan pematangan daun lontar, hingga proses pewarnaan. Sementara untuk pengayaman sendiri membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. “ Itu juga tergantung ukuran besar kecil, termasuk juga disain, kalau lebih rumit dan besar bisa lebih dari 1 jam membuat 1 kipas saja, “ saat ini Masta juga masih memperkerjakan sejumlah pengrajin membuat anyaman kipas. Ada sejumlah pengrajin asal Desa Bona yang masih diperkejakan membuat anyaman kipas berbahan daun lontar itu. “ Sekarang apra pengrajin ini kebanyakan sudah tua, mereka saya beri bahan, kemudian dikerjakan di rumah masing-masing, setelah jadi di setorkan ke saya,“ buah kerjinan kipas berbahan daun lontar ini dijual seharga Rp Masta mengatakan saat ini hasil produksi ini dominan dijual ke Pasar Kusamba Denpasar. Setiap dua minggu ia mengirim sekitar 50 kipas untuk dijual ke pasar tersebut. “ Selain di sana Pasar Kusamba-red anyaman kipas juga di jual keliling oleh anak kedua saya, “ Masta, selain anyaman kipas dengan berbagai disain, pihaknya juga mengerjakan anyaman topi berbahan daun lontar. Dikatakan anyaman ini masih terjual cukup laku di Pasar Kusamba, Klungkung. “ Kalau topi anyaman ini masih diminati wisatawan yang berlibur, termasuk juga wisatawan yang bermain golf," katanya.*nvi
cara membuat kipas dari daun lontar